WIDYASWARA SANG PENCIPTA LAGU

Widyaswara lahir di kota surabaya dan diberi anugrah Tuhan untuk mencipta lagu.

BUKU "MENULIS LAGU DARI HATI" Widyaswara dan Tigita

Buku yang wajib dibaca musisi dan pencipta lagu, download gratis di www.docstoc.com/profile/widyaswara.

SMA MARYAM SURABAYA

SMA MARYAM yang berlokasi di jalan manyar sambongan 119 surabaya tidak hanya mengajarkan pendidikan agama dan juga siswa dibekali pelatihan membuat blogger.

BUNDA TITIK, PENGUSAHA SUKSES

Sosok Bunda Titik yang pekerja keras membuatnya sukses mengelolah TK Global Plus, KONVEKSI SERAGAM DAN Pedangang sembako, alamatnya jalan kalidami 8/25 surabaya

TK GLOBAL PLUS SURABAYA

TK GLOBAL PLUS SURABAYA yang beralamat di jl.kalidami viii/25 surabaya merupakan TAMAN KANAK KANAK kebanggaan anak kalidami dan sekitarnya.

Sabtu, 28 November 2009

;

GEISHA BAND

Konon katanya, disamping kesiapan materi beserta kematangannya dalam sebuah album, sabar adalah kunci lain dari sebuah kesuksesan. Kalo memang begitu adanya, maka Geisha ada pada lajur yang dimaksud. Proses kematangan album yang telah memakan waktu hingga sekitar 2 tahun, menjadikan lima anak muda asal Pekanbaru ini sebagai kumpulan “petarung” yang siap berjibaku dengan crowd-nya scene musik dalam negeri. “Bangga rasanya punya teman-teman yang sabar menanti hingga album ini dirilis. Entah seperti apa jadinya, kalo kesabaran nggak dimiliki oleh setiap personil Geisha,” ungkap Roby. Bermodalkan sebuah album berjudul Anugrah Terindah, band yang digawangi oleh Momo (vokal), Roby (gitar), Nard (bass), Dhan (keybord) dan Aan (drum) sepertinya sudah siap menjelajahi scene musik lokal. Materi-materi cerdas dan menyegarkan pastinya akan dijadikan peluru tajam yang siap menembus sanubari para penikmat musik tanah air. “Sesuai dengan judul albumnya, bagi kami pencapain ini adalah anugerah paling indah yang pernah kita terima. Senang rasanya, akhirnya kami dapat menyampaikan pesan-pesan cinta dalam lagu-lagu yang kami hadirkan. Album ini menjadi penanda kesiapan kami di industri ini,” ujar Roby antusias. “Peluru-peluru tajam” Geisha, memang berupa lagu-lagu cinta yang siap memberondong telinga penikmat musik lokal dengan dahsyat. Dimulai dengan singlenya, yakni Jika Cinta Dia. Lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih yang ternyata harus berpisah, karena orang ketiga. Namun demi cinta dan hatinya, dia lebih memilih untuk mengalah serta memutuskan hubungan yang sudah terjalin lama. Inilah ‘racun’ Momo cs. dalam mengawali kiprah musikalnya. Sebuah curhat colongan yang benar-benar terjadi. “Intinya karena cinta, dia nggak mau membuat hatinya terluka. Akhirnya dia mengalah. Mencoba ikhlas walaupun berat menjalaninya,” ungkap Momo, vokalis Geisha. Selain itu, lagu seru dan sedikit kinky hadir dalam tembang Kamu Yang Pertama. Nuansa pop mid tempo menjadi komposisi dominan di lagu ini. Lirik yang nakal, menjadikan lagu ini penuh dengan keriangan. Khas anak muda yang tengah kasmaran. Lalu ada tembang yang sedikit emosional, Tak Kan Pernah Ada. “Latar belakang lagu ini adalah ketulisan cinta. Sehingga kamu membalutnya dalam frame pop yang indah ear catchy,” terangnya gitaris Geisha ini. Sebagai band yang besar dengan musik-musik art pop rock di ranah Sumatera, pastinya mereka nggak akan terlena dengan sound-sound mainstream. Dilagu Penyesalan Terdalam, Izinkan Aku Mendua, Cemburumu Keliru, Tak Segalanya Indah, dan nomor yang hadir dalam kompilasi album A Mild Live Wanted, Untuk Selamanya, Geisha bereksplorasi dengan sound-sound distorsi dan beat yang cepat. “Kami ingin semua musik yang kami hadirkan diterima oleh masyarakat. Apapun latar belakang Geisha, kami mengemas musik kami dengan bahasa yang universal, easy listening, ear catchy dan beberapa lagu yang dapat menghadirkan sisi emosional,” tegas Roby.

Sekedar Informasi, Band yang digawangi oleh Momo (vokal), Roby (gitar), Nard (bass), Dhan (keybord) dan Aan (drum) ini merupakan jebolan ajang kompetisi A Mild Live Wanted (AMLW) 2007. Bersama d’Masiv, di album kompilasi AMLW 2007, lima anak muda ini mengedepankan nomor Untuk Selamanya. Lewat tembang ini lah, Geisha akhirnya secara resmi menjadi salah satu artist repertoire ternyarnya Musica Studio selaku label yang menaungi Geisha. Sejak saat itu pula, proses rekaman dilakukan bersama dua musikus kondang, Noey ‘Java Jive’ dan Icom ‘Marvels’. “Bagi kami album ini adalah pelecut semangat dan pembuktian, bahwa anak-anak dari daerah pun punya kesempatan untuk maju. Kita berharap apa yang kita persembahkan di lagu ini kelak bisa dinikmati orang banyak. Dan pastinya sukses, amin...” tutup Momo. Semoga!

Video klip Lagu Indonesia :

Jumat, 27 November 2009

DAVID COPPERFIELD

David Copperfield (born David Seth Kotkin; September 16, 1956) is an Emmy Award-winning American illusionist described by Forbes in 2006 as the most commercially successful magician in history.[1] Best known for his combination of storytelling and illusion, Copperfield has so far sold 40 million tickets and grossed over $1 billion. Copperfield was born David Seth Kotkin in Metuchen, New Jersey,[2][3] the son of Jewish parents, Rebecca, an insurance adjuster, and Hyman Kotkin, who owned and operated a men's haberdashery in Metuchen called Korby's.[2] Copperfield's mother was born in Jerusalem, Israel, while his paternal grandparents were Jewish immigrants from Russia (present-day Ukraine). When Copperfield was 10, he began practicing magic as "Davino, the Boy Magician" in his neighborhood,[6] and at the age of 12, became the youngest person ever admitted to the Society of American Magicians.[7][8][9] Shy and a loner, the young Copperfield saw magic as a way of fitting in and, later, as a way to get girls.[10] As a teenager, Copperfield became fascinated with Broadway and frequently sneaked into shows, especially musicals featuring Stephen Sondheim or Bob Fosse.[11] By age 16, he was teaching a course in magic at New York University. At age 18, he enrolled at Fordham University, and was cast in the lead role of the Chicago-based musical The Magic Man (written by Barbara D'Amato[13] and directed by Holland, MI's John Tammi) three weeks into his freshman year,[14] adopting his new stage name "David Copperfield" from the Charles Dickens book of the same name. At age 19, he was headlining at the Pagoda Hotel in Honolulu, Hawaii.[8] Copperfield's career in television began in earnest when he was discovered by Joseph Cates, a producer of Broadway shows and television specials.[15] Cates produced a magic special in 1977 on ABC called "The Magic of ABC" hosted by Copperfield,[9] as well as several of the "The Magic of David Copperfield" specials on CBS between 1978 and 1998.[15] There has been a total of 20 Copperfield TV specials between 1977 and 2001. Copperfield played the character of "Ken the Magician" in the 1980 horror film Terror Train. He also made an uncredited appearance in the 1994 film Prêt-à-Porter. Most of his media appearances have been through television specials and guest spots on television programs. His illusions have included making the Statue of Liberty disappear, flying, levitating over the Grand Canyon, and walking through the Great Wall of China.

Video David Copperfield :

Learning a Magic at www.belajarsulap.com, www.sulap.com, www.warungsulap.com