WIDYASWARA SANG PENCIPTA LAGU

Widyaswara lahir di kota surabaya dan diberi anugrah Tuhan untuk mencipta lagu.

BUKU "MENULIS LAGU DARI HATI" Widyaswara dan Tigita

Buku yang wajib dibaca musisi dan pencipta lagu, download gratis di www.docstoc.com/profile/widyaswara.

SMA MARYAM SURABAYA

SMA MARYAM yang berlokasi di jalan manyar sambongan 119 surabaya tidak hanya mengajarkan pendidikan agama dan juga siswa dibekali pelatihan membuat blogger.

BUNDA TITIK, PENGUSAHA SUKSES

Sosok Bunda Titik yang pekerja keras membuatnya sukses mengelolah TK Global Plus, KONVEKSI SERAGAM DAN Pedangang sembako, alamatnya jalan kalidami 8/25 surabaya

TK GLOBAL PLUS SURABAYA

TK GLOBAL PLUS SURABAYA yang beralamat di jl.kalidami viii/25 surabaya merupakan TAMAN KANAK KANAK kebanggaan anak kalidami dan sekitarnya.

Minggu, 21 Juni 2020

AKHIRNYA LAGU KEMBALILAH CIPT.WIDYASWARA DIRILIS TAHUN 2020




AKHIRNYA LAGU KEMBALILAH CIPT.WIDYASWARA DIRILIS TAHUN 2020

Lagu “Kembalilah” ditulis widyaswara 10 tahun yang lalu. Lagu ini mempunyai penggemar tersendiri sehingga kemunculannya akan ditunggu bagi yang merasa ada memori pada lagu tersebut. Lagu ini sebelumnya belum digarap secara serius, selama kurun waktu tersebut belum ada penyanyi yang menyanyikan lagu itu.

Dan pada tahun 2020, Virda mempopulerkan lagu itu, musiknya digarap oleh Hazmi, seorang musisi muda yang berbakat dan direkam di studio Semantik Surabaya. Selain promo di media social, youtube, soundcloud, widyaswara akan mencoba promo di radio walau anggarannya tidak seditkit tapi semua akan dicoba sehingga hasilnya lebih maksimal. Widyaswara yakin kalau lagu itu akan popular di masyarakat karena tema lagu cinta, easy listening dan musiknya yang sederhana dan lagi lagu itu sudah melewati masa perkenalan yang lama yakni 10 tahun.











TERNYATA RADIO MASIH SAKTI SEPERTI DULU




TERNYATA RADIO MASIH SAKTI SEPERTI DULU

Sebagai media yang sudah kenyang makan asam garam dalam dunia penyiaran tentu media radio tidak bisa disepelehkan begitu saja. Radio ibarat seperti wanita yang seusia baya namun auranya masih punya pesona dan menggoda untuk didekati. Pada jaman perjuangan Belanda dan Jepang, mendirikan radio dilarang keras apalagi untuk menyiarkan berita. Para penyiar jaman itu untuk menyiarkan berita harus hati-hati kalau tertangkap bisa dipenjara atau ditembak mati. Ingat peristiwa 10 Nopember 1946 di kota pahlawan Surabaya, Bung Tomo lewat radio dengan membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk merdeka atau mati. Begitulah peran radio yang begitu hebat. Orang berani mati hanya karena mendengarkan radio.

Menurut survey Nielsen sekitar 30-37 persen penikmat radio. Radio sekarang sudah beradaptasi yang dulunya disiarkan menggunakan stasiun pemancar yang jaraknya kurang lebih 80 km namun sekarang radio juga mengikuti teknologi dengan streaming sehingga seluruh dunia bisa mendengarkan asal ada jaringan internet/digital.

Media radio juga masuk ke media lain seperti facebook, twitter, instragam, youtube dan wa guna untuk menarik penggemar baru. Masing-masing media radio mempunyai strategi dan segmen pendengar sendiri dan juga mempunyai aplikasi yang dapat diunduh di android. Radio tidak dapat dipisahkan oleh masyarakat karena radio bisa beradaftasi pada setiap zaman. Mendengarkan radio ada kenikmatan tersendiri karena betul-betul santai, mata terpejam telinga yang mendengarkan dengan seksama dan dinikmati di hati. Dan informasi di perjalanan biasanya didapatkan melalui radio dan diselingi lagu-lagu yang lagi hit.

Bagi musisi  indie kelebihan radio harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ada kurang lebih 300 radio di seluruh Indonesia. Bisa dibayangkan kalau seleuruh radio itu memutar lagu kalian atau paling tidak 10 persen saja, tentu lagu kalian dikenal masyarakat. Kemudian mereka yang penasaran ingin tahu wajah grup band atau penyanyi dengan mencari di youtube karena di tv tidak ada.

Bisa digambarkan seperti ini, ada istilah empat sehat lima sempurna termasuk makanan pokok, lauk pauk, sayur mayor, buah-buah ditambah susu sebagai penyempurna kesehatan. Demikian juga dalam promo musik ada empat media utama (youtube), (televisi), (instagram, facebook, twitter), (spotify, soundcloud dll) ditambah radio sebagai penyempurna media promosi. Apabila kelima hal tersebut dilakukan tentu hasilnya luar biasa bagi musisi indie. Mulai sekarang kalau tidak ada anggaran untuk promosi berbayar maka buatlah komunitas dengan struktur organisasi yang jelas ada anggarannya, ada ketua, wakil ketua, humas, bendahara dan anggota. Komunitas itu punya program yang jelas dan fleksibel. Dengan adanya organisasi tentu bisa membuat radio streaming sendiri untuk disebarkan di area tertentu. Bekerja secara organisasi lebih baik dari pada bekerja sendiri (tim yang solid). Jauhkan perbedaan genre karena berdebat masalah kesukaan genre musik tidak akan habisnya dan buang-buang energy percuma. Bangun energy positif sebanyak-banyaknya dan akan menular bagai virus.

Sebagus-bagus karya kalian tanpa promosi tentu tidak akan dikenal, langkah berikutnya dengan pendekatan personal atau pertemanan. Coba deh menyambung silaturahmi dengan personel radio dan musik direkturnya. Lama-lama kalau sudah kenal pasti mereka membantu memutar lagu kita di radio mereka. Selamat berkarya dan promosi yang benar.

#Jaya Radio Indonesia






Selasa, 16 Juni 2020

MEDIA RADIO SEHARUSNYA MENDUKUNG MUSISI INDIE


MEDIA RADIO SEHARUSNYA MENDUKUNG MUSISI INDIE

Banyak permasalahan yang dihadapai musisi indie dalam memperdengarkan karya mereka pada masyarakat. Apalagi bagi musisi yang tidak mempunyai anggaran untuk membayar agar lagunya diputar di radio. Fakta ini harus diubah karena musisi indie/seniman juga punya hak sebagai warga Negara untuk dibantu memperkenalkan karyanya melalui media radio. Dan pihak radio harus tahu diri jangan yang dicari hanya materi uang semata tetapi fungsi sosial disepelehkan.

Menurut undang-undang penyiaran RI no 32 tahun 2002 bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi melalui penyiaran sebagai perwujudan hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, dilaksanakan secara bertanggung jawab, selaras dan seimbang antara kebebasan dan kesetaraan menggunakan hak berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI.

Bahwa spectrum frekuensi radio merupakan sumber daya alam terbatas dan merupakan kekayaan Nasional yang harus dijaga dan dilindungi oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai dengan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Bahwa lembaga penyiaran merupakan media komunikasi massa yang mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi, memiliki kebebasan dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan serta control dan perekat sosial

Dari uraian di atas sudah jelas bahwa radio harus mendukung musisi indie untuk menyiarkan karya-karya mereka. Mereka juga sebagai seniman sebagai pembawa perubahan yang juga taat membayar pajak buat Negara. Kewajiban mereka sudah dipenuhi sekarang ganti kewajiban Negara melalui media radio harus mendukung dan apresiasi karya mereka. Terkadang musisi indie tidak mengetahui hak mereka untuk dibantu oleh media radio karena kekurangan informasi. Saatnya sekarang musisi indie harus tahu kalau ada undang-undang yang mendukung untuk memeperdengarkan karya mereka pada khalayak. Lagu sudah jadi prosesnya lama dan butuh biaya besar, radio wajib untuk menyiarkan, kalau bukan mulai sekarang kapan lagi kawan….JAYA RADIO INDONESIA…




Sabtu, 06 Juni 2020

AYO BELI KARYA MUSISI BIAR MEREKA BISA BERKARYA LAGI




AYO BELI KARYA MUSISI BIAR MEREKA BISA BERKARYA LAGI

Pergeseran pola beli masyarakat dalam menikmati karya musik di Indonesia mengalami pergeseran yang luar biasa. Dari membeli CD sampai pembelian resmi di situs musik seperti apple music, import music dll dan sampai download gratis. Musisi harus bisa bekerja cerdas bagaimana mencari pola-pola baru untuk mendapatkan penghasilan dari musik. Katanya persaingan di dunia musik begitu gila, hal ini walau pun belum terbuka. Masih ada mindset senior dan junior, komentator tentang karya music dll padahal hal itu menjadi hal yang tidak berguna. Tidak bermanfaat sama sekali. Biarkan masyarakat penikmat musik yang menilai yunior dan senior dalam bermusik. Biarkan karya musik yang berbicara, biarkan lagu mencari penggemarnya masing-masing. Musisi hanya mengaungkannya saja.

Musisi Indonesia harus berubah kalau ingin maju, jangan bermain kotor di dunia musik, bermain tipu-tipu karena jati diri musik/lagu adalah menghibur umat manusia di kala mendapat musibah (wabah corona) dan mendapat kegembiraan. Musik adalah musik, jangan dikotori dengan nafsu-nafsu yang tidak berguna.

Dukung terus para musisi Indonesia baik jalur indie atau major label. Untuk memproduksi sebuah lagu biaya tidak sedikit yang dikeluarkan. Major label dan indie label adalah sama hanya teknisnya saja yang berbeda. Padahal itu ngak ada perbedaan tergantung nama kendaraan saja, ujung-ujungnya karya yang berbicara.

Ayooo….mulai sekarang beli langsung karya musik mereka, jangan download gratis. Kalau download gratis coba deh kirim alfatehah pada musisi yang kamu download, itu namanya barokah dan halal.







Jumat, 05 Juni 2020

SELAMAT DAN SUKSES ALBUM KOMPILASI NUSANTARA 1



SELAMAT DAN SUKSES ALBUM KOMPILASI NUSANTARA 1

Pada awalnya ada keraguan untuk membuat Album Kompilasi karena untuk mengumpulkan materi lagu pastilah tidak mudah. Ada keraguan dan kuatir, apakah lagu itu akan disalahgunakan. Padahal Hak Cipta lagu tetap dimiliki oleh pencipta lagu. Tentu saja setiap ada kegiatan ada yang pro dan kontra tapi hal itu bukanlah masalah selama kita yakin bahwa tujuan kita baik ya terus saja jalan.

Zaman dahulu era 80-90an, untuk membuat album kompilasi dibutuhkan biaya yang tidak sedikit seperti biaya cetak cover CD, perbanyak CD, promosi dll. Biasanya yang tertarik bergabung untuk album kompilasi ditarik biaya tertentu. Namun sekarang zaman sudah berbeda, sekarang era digital dimana pada masa kini ada kemudahan berkarya dalam hal produksi rekaman dan promosi. Zaman dahulu contohnya di era Pas band merupakan perintis rekaman indie label dimana warna lagu/musik sesuai dengan keinginan band itu sendiri bukan mengikuti pasar seperti yang dianut major label.

Dengan adanya media Youtube, facebook, soundcloud dll  memudahkan musisi mendapat kemudian untuk mempromosikan lagunya. Namun untuk mempromosikan lagu sendiri tidaklah mudah karena dengan kita kerja sendiri hasilnya tentu berbeda kalau kita kerja bersama tim. Hasil kerja tim lebih maksimal. Tujuan dengan adanya kompilasi agar musisi yang masuk album agar saling promosi dengan membagi linknya kepada media social masing-masing, saling mengenal antar musisi dan saling bertukar pengalaman.

Lagu merupakan hasil karya manusia yang unik. Banyak hal yang membuat orang tertarik dengan lagu sepertik lirik sedih, gembira, lucu, aransemen lagu, promosi dll. Dan setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda tentang lagu. Lagu itu mempunyai roh lagu yang bisa membuat orang terhipnotis, gembira dan sedih. Dan untuk menulis lagu seperti itu tidaklah mudah karena antara hubungan manusia, alam dan Tuhan sudah menyatu padu pada satu titik.

Album kompilasi seperti halnya tempat pameran bagi seorang pelukis. Dimana pelukis itu memamerkan karyanya agar orang tertarik untuk membelinya. Album Kompilasi Nusantara 1 yang terdiri 12 lagu karya anak muda Indonesia yang ingin karyanya didengar, dihargai, dinikmati dan dibeli. Bagi mereka cukup bisa dinikmati saja membuat musisi senang apalagi kalau lagu bisa dibeli melalui media musik resmi. Namun karakter pembeli musik di Indonesia masih susah, kurang menghargai. Sekarang cukup download saja beres dan gratis.
Sebuah lagu yang menghasilkan penghasilan (uang) bukanlah hal mudah. Musisi membutuhkan semangat yang luar biasa, modal musik dan daya mental agar lagu kita popular. Lagu yang sudah popular di masyarakat, bagi musisi akan mendapat penghasilan (royalti) dari lagu itu. Dan itupun jalannya berliku-liku.

Ada 40 lagu yang masuk ke Widyaswara Production dan kita harus memilih 12 lagu yang masuk dalam album Kompilasi Nusantara 1. Semua karya yang masuk bagus semua dengan genre yang berbeda. Namun keputusan harus diambil untuk memilih 12 lagu. Dengan berbagai pertimbangan yang matang akhirnya terpilihlah 12 lagu tersebut. Lagu yang belum terpilih bisa masuk ke album kompilasi berikutnya.

Mereka adalah (1) Allah Akbar, tWOOne band, Bogor (2) Jika Ku Bisa, Jimmy Jo, Jakarta (3) Tenanglah ini hanya Cinta, Hazmi, Surabaya (4) Ku Tak Marah, Passtel band, Bandung (5) Sepenggal Kisah, Sant Dewa, Lampung (6) Dan Tersenyumlah, Candy, Jakarta (7) Petani, Embun Pagi, Wonosobo Jawa Tengah (8) Pengisi Hati, PM band, Bandung (9) Pergilah, Heru Rabick, Bandung (10) Perasaan Itu, Nakulla, Lampung (11) Gadis Manis, Sun Kenji, Medan (12) Jangan Korupsi, Somies’N Friend Karanganyar Jawa Tengah.

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada Komunitas Musik Indie, Promo Musik Indonesia, Musisi dan Musik Indonesia, Forum Musik Indie Indonesia dan semua pihak yang membantu event ini baik langsung maupun tidak langsung.

Akhirnya Widyaswara Production dan Semantik Record mengucapkan SELAMAT DAN SUKSES bagi musisi yang masuk album Kompilasi Nusantara 1. Semoga Album Kompilasi Nusantara 1 ini dapat memberi warna pada musik Indonesia saat ini. Apabila kami ada kesalahan ucapan atau kata-kata, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

BERKARYA TANPA BATAS, SALAM MUSIK INDONESIA