Rabu, 26 Oktober 2011

MENULIS LAGU DARI HATI OLEH WIDYASWARA

Mana yang lebih sulit, menulis cerpen, novel atau menulis lagu? Pertanyaan yang menarik bukan ? Kalau pertanyaan itu ditujukan pada seorang penulis cerpen,  novel atau  penulis lagu, tentu jawabannya mudah dan gampang. Tapi bagaimana kalau ditujukan pada seorang pemula ? Sebenarnya menulis lagu tidak terlalu sulit  kalau sudah mengetahui rahasianya.
    Seseorang yang diberi kemampuan menulis lagu adalah orang yang diberi rahmat dan barokah Tuhan, karena dia mampu menyampaikan pesan-pesan raha-siaNya untuk umat manusia. Walau lagu-lagunya banyak dibajak orang yang tidak bertanggung jawab tetapi Tuhan akan memberi balasan di akhirat dan keturunan-nya akan menerima kemuliaan. Zaman dahulu, banyak tercipta lagu pujian untuk dewa. Kalau anda ingin menelusuri  siapa pencipta lagu pujian tersebut, anda tidak akan menemukan jawabannya. Karena lagu-lagu zaman dahulu diciptakan dan diajarkan secara langsung dari mulut ke mulut tanpa ada catatan atau partitur lagu. Lagu-lagu pada zaman itu berisi pemujaan atau pujian atas eksistensi manusia dan seluruh isi alam semesta. Kadang-kadang lagu-lagu tersebut digunakan dalam suatu upacara tertentu. Lagu adalah doa atau permohonan. Dengan seringnya lagu-lagu digunakan dalam upacara, bisa jadi lagu itu menjadi mantra, yakni suatu kalimat yang mengandung kekuatan kodrati. Umumnya pengucapan lagunya di akhir kalimat mempunyai suara vokal yang khas. Bentuk-bentuk ritmis yang dihasilkan dari lagu-lagu itu dapat membawa perasaan orang yang mende-ngarkannya masuk ke dalam suasana sangat dekat dengan Sang Pencipta. Bagaimanakah menjadi penulis lagu yang baik itu ?
Penulis lagu yang baik adalah penulis yang mampu menyampaikan pesan-pesan yang berupa kasih sayang, perasaan sedih dan gembira. Dan itu bisa diterima khalayak karena sifatnya menghibur. Jangan membawa pesan-pesan buruk bagi manusia, karena Tuhan menyukai keindahan. Tuhan menciptakan  bumi   dan  langit  untuk  dinikmati  manusia  bukan dirusak. Tuhan memberi kebebasan manusia  untuk belajar, meresapi dan mengagumi semua ciptaanNya salah satunya melalui lagu. Pada awalnya nyanyian atau lagu berasal dari surga. Tuhan berkenan untuk menurunkan lagu itu bagi manusia melalui ilham dengan perantara para malaikat. Suatu lagu lahir tidak begitu saja,  tentu ada proses pencip-taannya. Lagu (gaib) akan turun di dunia melalui manusia untuk dinikmati dan menghibur. Dari sinilah ada peran penulis lagu. Karya musik biasanya  dihasilkan oleh sekelompok orang atau secara  indvidual. Mereka bekerja sama untuk menghasilkan sebuah karya musik.
    Ada  beberapa  definisi seni musik menurut para ahli atau praktisi musik, di antaranya dalam sebuah kamus  yang dikutip David Ewen, dikatakan bahwa mu-sik adalah ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental yang menggunakan unsur melodi, ritme dan har-moni sebagai alat ekspresi.
    Menurut Schopenhauer, seni musik adalah seni tertinggi dan terhalus. Me-dianya  sendiri adalah nada yang memiliki suara abstrak. Bagi Schopenhauer, musik adalah melodi yang syairnya identik dengan alam semesta.
    Menurut  Suhastjarja dari Institut Seni Indonesia,  musik adalah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk konsep pemikiran bulat. Wujudnya adalah nada-nada atau bunyi lain yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu  bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan orang lain dalam ling-kungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan dinikmati.
    Menciptakan  sebuah  lagu adalah usaha untuk menggabungkan dan mengharmonisasikan  kata-kata atau kalimat  lagu (syair) dengan  rangkaian nada sudah jadi,  banyak pihak yang bekerja seperti penyanyi, aransemen  lagu, kru-kru musik, peralatan sewa musik,  promotor dan produser rekaman. Jadi hanya
dengan sebuah lagu maka tercipta banyak lapangan pekerjaan.
    Untuk menjadi penulis lagu dibutuhkan orang yang memiliki kreativitas khusus dalam musik. Ini berarti anda tidak harus menjadi musisi terlebih dahulu. Anda dapat menulis lagu asal ada kemauan, yang penting anda suka musik. Syukur kalau anda mempunyai bakat musik sejak lahir. Bakat adalah kemampuan dasar yang dimiliki seseorang dan merupakan anugerah Tuhan. Bakat yang anda miliki akan muncul dan berkembang apabila berada dalam lingkungan yang mendukung. Sebaliknya bakat anda akan terpendam apabila tidak ada pendidikan dan ling-kungan yang mendukungnya.
    Hasil karya antara orang berbakat atau tidak, terasa ada bedanya. Karya orang berbakat lebih mempunyai jiwa karena dalam proses pengerjaannya ada yang menuntun dan itu terjadi secara alami. Berbeda dengan karya orang yang tidak berbakat, terasa lebih kaku dan ada unsur pemaksaan dalam berkarya.
    Di sini, penulis ingin menjabarkan penulisan lagu dengan pendekatan hati.
Hati adalah  media  antara  manusia dan Penciptanya. Apabila  hati  terus  dilatih dan dibersihkan dari sifat-sifat buruk, nafsu ditundukkan maka hati akan menerima   segala ilham yang  datangnya  tanpa bisa  kita duga.
    “Menulis  lagu  dari  hati” berarti kita harus menyelami  perasaan  hati  dengan mempelajari dan merenung ciptaan Tuhan  termasuk  keindahan  alam,  pujian ter-hadap  Tuhan, lingkungan, sosial masyarakat, ketidakadilan, wanita  yang kita puja atau hal lainnya.
    Hati itu penuh keajaiban. Tak seorangpun tahu keajaiban hati orang lain. Hanya Tuhanlah yang mengetahui lintasan-lintasan keajaiban hati hambaNya. Meskipun demikian, sebenarnya keadaan hati itu bisa dinilai dari amal yang dikerjakan. Setiap gerak perbuatan dan  lisan  seseorang, maka itulah cerminan keadaan hatinya. Jika     hati baik, amalpun mencerminkan  kebaikan.  Jika  hati dekil,  penuh kotoran, maka amal seseorang cenderung kepada sesuatu yang buruk dan rendah. Sebagaimana sebuah hadist Nabi Muhammad Saw, ”Di dalam diri manusia terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah ia. Bila buruk, maka buruklah seseorang itu. Segumpal daging itu adalah hati.”
    Hati sebagai singgasana kesucian Tuhan, tempat suci keberadaannya di dalam dada. Di dalam sanalah bersemayam ruh kehidupan. Suasananya sepi, halus dan lembut. Di sana tidak ada keramaian, sunyi, yang ada hanya rasa. Ia mencegah ucapan, mengendalikan perbuatan, jangan sampai ternoda. Karena itu, disebut singgasana kesucian. Tuhan meletakkan kesucianNya pada hati setiap orang. Bila manusia mampu menjaga hatinya, maka Tuhan memberi kemuliaan dan kehormatan ketimbang makhluk lainnya.
    Bila hati anda selalu dekat denganNya, keajaiban-keajaiban segera menghampiri anda.  Manusia, alam dan semua makhluk di langit dan bumi begitu senang jika anda dapat mewujudkan inspirasi atau ilham dalam suatu karya lagu. Anda akan dituntun oleh kekuatan yang tak terlihat untuk menyusun rangkaian melodi-melodi indah maupun syair lagu. Di dalam proses tersebut anda sama sekali tidak  menyadarinya, karena  lewat tangan anda, pesan-pesan dari alam akan anda wujudkan dalam sebuah lagu.
    Tuhan  tidak  akan  pernah  dapat terlihat oleh mata kasar anda, tetapi anda dapat merasakan kehadiranNya melalui karyaNya yang terhampar di antara langit dan bumi. Dan  semua  karya  Yang  Maha  Agung  itu bisa  anda nikmati dengan mata hati.  Dia  akan  menuntun  hati  anda  untuk  menulis  lagu yang hebat dan dikenang sepanjang masa. Siapapun di antara kita yang tidak pernah mem-perhatikan,  merawat  dan  membersihkan hatinya, maka kita tidak  akan  pernah bisa mengenal karya-karya agungNya, termasuk segala hikmah di balik penciptaanNya. Hanya dengan hati bersih, anda dapat mengenal dan menga-gumiNya. Karya  Tuhan   selalu  bermanfaat   bagi    umat  manusia.  Di  sini  tidak  ada  istilah  untung  dan rugi.  Semua  menikmati,  tidak  perduli  kaya  atau miskin  atau miskin, bodoh atau pandai. Sebagai contoh ketika kita menghirup udara. Apakah anda membayar hanya untuk bernafas ? Semuanya gratis. Lebah mem-buat sarangnya berdasarkan ilham. Demikian juga dengan semut-semut, mereka bekerja  membuat rumah, mencari makan berdasarkan ilham dari Tuhan.
    Sebenarnya, ilham datang kepada manusia itu bukan tanpa sebab-sebab nyata. Energi ilham akan mengalir bila hubungan yang serasi antara manusia, alam dan Sang Pencipta sudah terjalin. Namun bisa saja amal sedikit tetapi ikhlas dan senantias mempunyai kerendahan hati kepadaNya. Lalu mengalirlah ilham (cahaya Ilahi) sejati ke dalam kalbu. Tanda-tanda orang mendapat ilham ialah senan-tiasa berbuat baik, hatinya bening, akhlaknya lembut, dan pemaaf. Ia selalu berpra-sangka baik kepada siapapun. Apa yang dikerjakan, dilakukan dengan hati ikhlas, tanpa pamrih. Ia sudah merasa senang jika bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.  Amal kebaikannya tidak pernah diingat-ingat dan tidak pernah diungkit-ungkit.
    Sebagian besar manusia hampir tidak pernah memahami apa arti hidup ini. Tidak tahu apa tujuannya diciptakan di muka bumi dan bagaimana harus bersikap dalam hidup ini. Padahal setiap manusia diberi hati sebagai kompas atau penunjuk jalan  di dunia  agar  tidak  tersesat. Tuhan  memberi  segala petunjuk melalui
hati manusia. Tetapi terkadang manusia enggan atau malas mendengar suara hatinya. Coba  anda perhatikan dengan seksama, bahwa keinginan-keinginan  anda selalu digerakkan hati. Ke mana anda ingin pergi, ingin mengetahui bagaimana   keadaan  teman  atau orang  tua anda, rindu pada suami / istri  atau kekasih dan ada keinginan untuk melakukan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa, semua digerakkan hati. Hati adalah sumber kekuatan manusia yang dahsyat dan berasal dari Tuhan. Apabila manusia telah mengenal hatinya maka berarti manusia itu mengenal dirinya dan TuhanNya.
    Seseorang yang mendapat kemampuan menulis lagu atau novel,
awalnya  dia  merasakan  getaran   atau  dorongan di dalam hatinya untuk melakukan sesuatu. Dia harus dapat menerjemahkan  getaran  tersebut  agar  dapat dinikmati oleh manusia lain. Anda harus sering  berkomunikasi dengan hati anda agar mendapat petunjuk dariNya. Rasakan dengan hati bersih, karena hati  itu ibarat cermin. Apabila cermin itu sering dibersihkan maka cermin akan memantul dengan sempurna. Berbeda bila  cermin itu kotor, pantulannya hampir kabur bah-kan tidak ada. Bila hati  anda bersih, melodi-melodi  indah  akan  keluar dengan sendirinya. Hati akan menuntun  anda  untuk mengerjakan sesuatu. Selama  hati anda menuntun pada hal-hal yang positif, coba ikutilah. Hidup anda akan terasa lebih nyaman, percaya diri dan tenteram. Apapun  yang anda  kerjakan akan men-dapat rahmat dari Tuhan. Sebaliknya jika hal negatif  menuntun hati anda, segeralah kendalikan diri jangan turuti. Hasil yang  akan diperoleh pastilah merusak diri anda sendiri bahkan orang lain pun mungkin terpengaruh.
    Rasullah saw. bersabda,”Sesungguhnya hati itu benar-benar berkarat, dan sesungguhnya (cara) menjernihkannya adalah (dengan) membaca Al-Quran, mengingat mati dan menghadiri majelis-majelis dzikir. Barang siapa yang hatinya sudah bercokol kuat kecintaannya terhadap duniawi, maka hawa nafsu akan mengendalikan segala sepak terjangnya. Lalu hilanglah sifat kehati-hatian. Sifat itu menjaga kita  agar jangan sampai memungut sesuatu yang haram atau bukan haknya. Keadaan seperti itu membuat hati berkarat. Jika dibiarkan, karat dan kerak semakin menutup mata hati sehingga hati tidak mampu lagi menerima cahaya kebenaran.
    Cahaya Ilahi merupakan pembuka tabir kegaiban. Mata hati merupakan pemahaman hikmah. Hati itu sendiri bertugas untuk menerima atau menolaknya. Cahaya Ilahi hanya akan menyirami hati yang suci dan ikhlas. Cahaya itu kemu-dian memantulkan makna dan akhlak dalam menempuh jalan keselamatan. Orang yang dikaruniai cahaya Ilahi, secara sadar atau tidak akan mengalami sesuatu yang luar biasa.
    Baginya,  tabir (rahasia)  kebenaran  yang  selama  ini  seakan-akan  tertutup kabut, menjadi tampak jelas pada mata batinnya. Ia akan menjadi manusia bijaksana. Ia akan mempunyai sifat selektif terhadap apa yang ada di depannya. Seki-ranya sesuatu itu tidak menguntungkan baginya dan merugikan orang lain maka itu tidak akan dipilihnya.
    Masalah-masalah yang sebelumnya tampak samar-samar, menjadi jelas dan tegas. Ia mudah menentukan ke mana arah yang hendak dituju. Dan pilihannya akan menjadi tepat dalam menempuh jalan menuju Tuhan.
    Apabila cahaya Ilahi telah mampu membuka tabir maka mata batin anda dapat  mengambil  segala  hikmah  yang  berasal  dari  Tuhan. Keadaan  baik  atau  buruk,    menyenangkan  atau  tidak, bagi anda sudah tidak  ada perbedaan.
    Jika mendapat karunia besar, maka coba dipahami dan diresapi hikmah di balik karunia itu. Jika anda menerima takdir buruk, maka carilah hikmah dari takdir buruk itu. Sehingga anda selalu akan berprasangka baik kepada Tuhan. Hati terasa benar-benar ikhlas. Bila hati telah mendapat siraman cahaya Ilahi, maka akal dan pikiran pun bisa memandang mana yang baik dan mana yang buruk. Hati adalah pusat inspirasi, tempat untuk menimbulkan rasa yakin, tempat tauhid, tempat iman, pembuka tabir, dan kepastianNya. Sedang hawa nafsu adalah tempat bayang-bayang semu, ilusi, khayalan, keinginan yang tak terbatas, kekecewaan, kebo-dohan, kerakusan dan sifat-sifat buruk lainnya.
    Cahaya Ilahi dapat memutuskan hubungan antara hati dengan nafsu di dalam kalbu sehingga tidak  ada lagi kebingungan, rasa khawatir, prasangka buruk kepa-da Tuhan, rakus dan sebagainya. Semua itu telah lenyap karena hadirnya cahaya Ilahi yang terang benderang. Layaknya hitamnya malam, maka keadaan gelap itu sama sekali tidak berbekas manakala matahari di siang hari. Semuanya menjadi  terang  benderang.
    Untuk menjadi penulis lagu yang baik, anda juga harus belajar meningkatkan penyerahan diri kepada Tuhan secara berjenjang agar sampai kepada tingkat keya-kinan yang kuat.  Anda akan belajar lebih arif dan bijaksana dalam menyusun melodi dan syair, karena setiap lagu yang anda ciptakan akan dipertanggung-jawabkan  pada Tuhan.
    Dalam dunia ghaib (jin) terdapat juga peradaban dan kebudayaan. Mereka bangsa jin pun menyukai musik atau tembang-tembang. Tidak menutup kemung-kinan bangsa jin dan manusia saling bertukar informasi atau interaksi karena batasan alam keduanya sangat tipis. Namun anda harus yakin pada hati atau batin.  Anda harus berhati-hati ke mana anda meminta ilham, pada Tuhan atau makhluk-Nya (bangsa jin). Contoh nyata  adalah tarian Jaran Kepang. Sebelum menari, penari diberi mantra-mantra oleh pawang atau dukun.  Dalam  keadaan tidak sadar
si penari mulai menari dengan iringan musik gamelan. Jiwa sang penari telah diku-asai dan dikendalikan oleh kekuatan ghaib (jin). Penari mendapat suatu kekuatan dahsyat seperti memakan pecahan kaca dan rumput. Hal ini membuktikan bahwa bangsa jin pun menyukai tarian dan musik. Setelah si penari sadar, ia meng-ungkapkan bahwa selama menari ia sudah tidak ingat apapun. Ia hanya mendengar alunan musik yang terdengar berasal dari angkasa.
    Gaib adalah sesuatu yang ada tetapi tidak tampak oleh mata. Matahari itu jika di siang hari dalam keadaan cerah tidaklah gaib, namun di malam hari menjadi gaib. Artinya, siang hari yang cerah dapat kita lihat dengan mata tetapi malam hari ia tidak tampak. Meskipun tidak tampak tetapi ia tetap ada. Sebagaimana malaikat, alam kubur, akhirat, surga, neraka, Tuhan dan lagu pun gaib. Mereka itu ada tetapi tidak tampak. Mata kepala dan telinga tidak dapat menangkap keberadaannya. Sesuatu yang gaib itu hanya bisa ditemukan oleh perasaan. Dapat dilihat oleh mata batin. Adapun bisikan gaib adalah kita merasakan sesuatu dalam ‘rasa’ tetapi tidak melihat siapakah yang melakukannya. Bisikan gaib tidak terdengar di telinga tetapi dirasakan dalam hati.
    Kalau dikaji lebih mendalam, seorang penulis lagu adalah wakil Tuhan di
muka bumi. Ia bertugas untuk menghibur, menyampaikan kedamaian dan kasih
sayang umat manusia. Coba perhatikan seorang penjual bakso, seharian ia  berkeliling kampung namun tak seorangpun yang membeli baksonya. Sebetulnya ia bersedih hati. Ia memikirkan anak dan istrinya yang tidak dapat uang sekolah dan belanja besoknya. Namun dalam kesedihannya, ia pun menyanyikan lagunya ibu Sud “Menanam Jagung” karena hanya lagu itu yang dihafalnya. Hatinya pun men-jadi riang dan gembira. Ia merasakan indahnya dunia dengan menyanyikan lagu tersebut. Di sinilah amal kebaikan yang diperoleh ibu Sud dari penjual bakso. Ibu Sud berhasil menghibur orang tersebut, walaupun ibu Sud secara tidak langsung menghiburnya. Hanya lewat lagu yang diciptakannya. Coba anda bayangkan, apabila lagu-lagu ibu Sud dinyanyikan anak Indonesia dari generasi dahulu sampai sekarang. Berapa banyak amal kebaikan yang diperolehnya?
    Berbeda dengan para penulis lagu yang membawa pesan buruk bagi umat manusia seperti menganjurkan seks  bebas, narkoba,  miras dan menyembah selain Tuhan. Mereka terkadang tidak menyadari hal itu karena pengertian manu-sia tentang keberadaan setan tingkatannya berbeda-beda. Setan sangat pandai untuk memilih manusia sebagai kawannya di dunia. Ia memerlukan manusia untuk menyampaikan pesan-pesan keburukan di muka bumi. Ia selalu mencari manusia yang mencari ketenaran dengan  jalan  tidak benar. Banyak  cara dan strategi yang  setan  lakukan  untuk  mempengaruhi  manusia  di dunia. Dan dalam  Al-Quran pun dijelaskan bahwa setan adalah musuh manusia yang nyata. Penulis lagu yang memilih jalan keburukan, biasanya mencoba menulis lagu baru. Secara normal ia tidak mampu untuk menulis lagu tetapi ia memerlukan narkotika dan minuman keras untuk membangkitkan daya imajinasinya. Dalam keadaan mabuk ia bermain gitar sesekali menghisap rokoknya yang telah diramu dengan ganja. Ia merasa ada suara-suara di dalam hatinya hingga kadang-kadang terdengar telinganya. Suara itu begitu jelas dan nyata. Ia mencatat nada-nada dan akord yang dirasakan dan ditemukannya ke secarik kertas, selanjutnya ia menulis syairnya. Tiba-tiba dalam lintasan pikirannya ia terbayang seseorang yang mela-kukan bunuh diri. Tanpa berpikir panjang, ia menulis syair lagu tentang bunuh diri. Lagunya memang bagus tetapi selama ini, ia tidak tahu kalau hasil kerjanya dibantu setan. Setan membisikkan nada-nada indah dalam pikiran dan hatinya. Lagunya pun menjadi hits karena dibantu setan dan bala tentaranya. Ia mendapat materi berlimpah dan terkenal. Setan pun gembira karena berhasil mempengaruhi umat manusia untuk berbuat buruk lewat musik dan lagu.
    Semua di dunia ada ilmunya. Membuat lagu indah dan dikenang sepanjang masa pun ada ilmunya. Ilmu jenis ini termasuk langka karena tidak diajarkan secara metodologi. Sebagian orang menganggap lagu cenderung tercipta begitu saja. Pencipta lagu yang terkenal jarang sekali menulis tentang proses membuat sebuah lagu untuk berbagi dengan sesama atau sekedar bertukar pikiran dan pengalaman. Dengan membaca buku ini, penulis ingin membagi pengalaman kepada para pembaca. Kesungguhan hati para pembaca untuk memahami dan menyerap inti sari buku ini, dan dukungan latihan yang teratur, penulis yakin Tuhan pun memberi ilmu ini pada anda.
    Penulis menyadari bahwa lagu-lagu yang penulis ciptakan selama ini sudah dijatah Tuhan. Ada periode di mana penulis menciptakan sebuah lagu hanya mem-butuhkan waktu singkat dan sebaliknya ada periode di mana untuk menyelesaikan sebuah lagu membutuhkan waktu lama. Penulis yakin anda pun akan mendapat jatah untuk membuat lagu. Walau not hanya terbatas do, re, mi, fa, sol, la, di, do’. Namun rangkaian nada tersebut masih menyimpan misteri untuk diungkapkan dalam sebuah lagu. Lagu merupakan suatu hasil karya manusia yang berasal dari hasil getaran jiwa dan keselarasan serta pikiran. Misteri lagu takkan pernah selesai sepanjang masa karena lagu tumbuh dan berkembang mengikuti peradaban manusia. Manusia selalu membutuhkan nyanyian dan hiburan. Lagu-lagu baru selalu dinantikan untuk menghibur dunia yang semakin tua. Jadi apabila hati anda merasa mendapatkan ilham atau inspirasi yang menuju kebaikan, segera wujud-kan dalam bentuk  nyata. Tunggu apa lagi !