Senin, 10 Agustus 2009

LAGU EMAS NOSTALGIA 80-AN

Sejak kecil Fariz telah diperkenalkan kepada musik. Maklum, ibunya, Hj. Anna Reijnenberg adalah guru les piano. Selain itu, Fariz juga belajar piano pada Sunarto Sunaryo dan juga Prof. Charlotte Sutrisno JP. Pengalaman bermusiknya dimulai pada usia 12 tahun, saat berteman dengan Debby dan Odink Nasution, membentuk Young Gipsy yang membawakan musik blues dan rock. Dengan pengalamannya itu, Fariz bekerja sama dengan Addie M.S., Adjie Soetama, dan Iman RN untuk membuat operet pada acara perpisahan dan vokal group sekolahnya.

Jalan ke dunia musik profesional mulai terbuka di tahun 1977. Saat itu, Fariz RM bersama Adjie Soetama,Raidy Noor, Adie MS, dan Ikang Fawzi yang merupakan teman sekolah sewaktu masih duduk di bangku SMA 3 Jakarta, mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja yang diadakan radio Prambors Jakarta. Meski hanya meraih juara III, namun tawaran dari berbagai grup band mulai berdatangan.Faris melanjutkan kuliah di ITB jurusan Seni Rupa pada tahun 1978. Fariz pun mencoba untuk mengembangkan dan menimba ilmu serta menambah pengalaman dengan bergabung di dua grup band beraliran rock, Giant Step dan The Rollies. Fariz menjadi musisi pengganti untuk posisi keyboard Giant Step untuk penampilan panggung, dan menggantikan posisi pada drum untuk karya-karya pentas The Rollies. Fariz juga pernah membantu mengiringi kelompok musik dari Bandung pimpinan Harry Roesly, Harry Roesli Kharisma di tahun 1979.

Akhirnya tahun 1980, Fariz membuat album keduanya yang bertajuk Sakura. Di album ini, dengan sistem rekam overdubbed, Fariz memainkan berbagai instrumen, seperti drum, kibor, gitar, bas, perkusi, sendirian. Bisa jadi Fariz terinsiprasi Stevie Wonder atau Mike Oldfield, pemusik yang bermain tunggal dalam sejumlah album rekamannya.[1] Warna musiknya pun fresh dan groovy. Album ini sukses besar. Fariz kemudian merilis album perdananya yang belum sempat dirilis.

Video klip lagu emas 80-an :