Jumat, 28 September 2018

5 GENGGAMAN/PEGANGAN PUSAKA CAPRES INDONESIA 2019-2024 Ditulis oleh Ki Sapujagad Tirtamaya budayawan Surabaya



5 GENGGAMAN/PEGANGAN PUSAKA CAPRES INDONESIA 2019-2024
Ditulis oleh Ki Sapujagad Tirtamaya budayawan Surabaya

Leluhur  bangsa Indonesia sudah memiliki peradaban yang tinggi sejak dahulu kala. Sejak jaman kerajaan sudah ada pembelajaran bahwa seorang lelaki/satrio sejati harus mempunyai 5 pegangan yaitu rumah, kendaraan (kuda), peliharaan (burung perkutut lokal), pusaka (keris dan tombak) dan istri. Apabila salah satu tidak dimiliki maka ada ketimpangan dalam hal karir atau pekerjaan. Seorang calon pemimpin harus menyadari hal tersebut banyak contoh dalam perjalanan sejarah kerajaan di Nusantara. Salah satunya perjalanan seorang Ken Arok, pada awal karir Ken Arok ia hanyalah seorang perampok, pemabuk yang hidupnya tidak mempunyai tujuan yang jelas. Beruntung Ken Arok diambil murid oleh seorang pendeta India yang bernama Lohgawe. Beliau mengajarkan banyak hal kepada Ken Arok tentang ilmu kehidupan, ketatanegaran dan kanuragan sehingga Ken Arok menjadi satria yang pilih tanding dan sangat cerdik (strategi). Dengan bantuan pendeta India tersebut, Ken Arok bisa masuk sebagai pengawal di Kadipaten Tumapel yang dipimpin oleh Tunggul Ametung.

Pada suatu hari tanpa sengaja Ken Arok melihat Ken Dedes permaisuri Tunggul Ametung turun dari kereta. Di kemaluan Ken Dedes memancarkan sinar yang terang dan menyilaukan dan itu terjadi dalam sekejap saja. Kemudian Ken Arok melaporkan kejadian tersebut kepada gurunya. Menurut penjelasan gurunya bahwa seorang wanita apabila kemaluannya memancarkan sinar, keturunannya akan menjadi raja di tanah Jawa. Mendengar nasehat dari gurunya, timbullah siasat untuk memiliki wanita tersebut untuk dijadikan istri (permaisuri). Ken Arok mengetahui kalau Tunggul Ametung merupakan adipati yang sakti, tak ada senjata yang mempan untuk menembus kulit Tunggul Ametung. Atas saran gurunya, Ken Arok memesan sebuah pusaka yang sakti kepada Mpu Gandring. Setelah bertemu Mpu Gandring, ia dijanjikan untuk datang kembali satu tahun ke depan dan Ken Arok menyanggupinya.

Namun Ken Arok tidak sabar untuk menunggu keris tersebut selesai dalam satu tahun. Waktu sudah berjalan lima bulan, dia ingin menuntaskan rencananya kemudian dia berangkat menuju kediaman Mpu Gandring untuk mengambil keris. Di kediaman Mpu Gandring, dia disambut dengan ramah kemudian Mpu Gandring menunjukkan pesanan keris Ken Arok. Menurut Mpu Gandring keris belum sempurna karena masih banyak energy nagatif yang menyelimutinya. Sambil mengamati keris buatan Mpu Gandring, Ken Arok merasakan getaran yang mendebarkan. Energi keris tersebut begitu luar biasa. Ken Arok berpikir apabila keris tersebut disempurnakan akan membutuhkan waktu yang lama, ia butuh keris itu sekarang untuk melanjutkan rencananya. Tanpa berpikir panjang, Ken Arok menikam ke Mpu Gandring dengan keris tersebut. Dalam kondisi sekarat Mpu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa 7 turunan Ken Arok akan meninggal oleh keris tersebut termasuk juga Ken Arok. Siasat Ken Arok kemudian dilanjutkan dengan menunjukkan keris tersebut kepada temannya yakni Kebo Hijo. Ia tahu kalau Kebo Hijo suka pamer kepada semua orang. Kebo Ijo begitu tertarik dengan pusaka Ken Arok yang memiliki magis yang kuat dan merayu Ken Arok untuk meminjaminya. Dan Ken Arok meminjamkan pusakanya pada Kebo Hijo. Kebo Hijo begitu senang kemudian memamerkannya kepada semua orang di kadipaten Tumapel. Dan menunjukkan kemampuan keris tersebut. Keris ditikam di pohon pisang seketika pohon pisang menjadi gosong. Orang-orang begitu takjub melihat kemampuan pusaka tersebut.

Ken Arok melanjutkan rencananya untuk membunuh Tunggul Ametung. Malam hari dia menyelinap keluar menuju ke rumah Kebo Hijo. Kebo Hijo tertidur pulas dan Ken Arok Arok segera mengambil pusakanya. Di kadipaten, Tunggul Ametung juga tertidur pulas, dengan mengendap Ken Arok menghampirinya dan langsung menikam di dada Tunggul Ametung dan tewas seketika. Kejadian tersebut disaksikan oleh Ken Dedes.

Keesokan harinya kadipaten Tumapel heboh, sang akuwu telah tewas, di dadanya tertancap keris milik Kebo Hijo. Sebagai pengawal Tunggul Ametung, Ken Arok segera ke rumah Kebo Ijo dan menangkapnya dan langsung dibawa di kadipaten. Di hadapan rakyat Tumapel, Ken Arok membunuh Kebo Hijo dengan keris tersebut kemudian Ken Arok mengambil alih kepemimpinan Tumapel dan mempersunting Ken Dedes. Ken Arok dinobatkan menjadi akuwu Tumapel.

Dengan dukungan permaisurinya Ken Dedes dan pelarian pendeta dari kerajaan kediri kemudian Ken Arok menaklukan kerajaan Kediri dan berhasil mengalahkannya. Dan mendirikan kerajaan baru yang bernama Singosari dan menjadi Raja dengan gelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi dengan permaisuri Kendedes. Itulah kisah perjalanan Ken Arok untuk mendapatkan istri pilihan yakni Ken Dedes.

Contoh berikutnya perjalanan mantan presiden Soeharto. Beliau mempunyai istri yang berdarah biru keturunan Pangeran Samber Nyowo seorang raja Mangkunegara 1. Dengan memiliki istri tersebut pejalanan karir politik Soeharto menjadi cemerlang sehingga ia mampu menjadi presiden yang kedua menggantikan Soekarno. Soeharto tahu kalau dirinya bisa mencapai kejayaan karena mendapat pamor raja dari Istrinya, keturunan raja mangkunegara I. Ia menyerap energi istrinya yang dapat menopang langkah dalam kehidupannya sehingga dapat menjadi presiden. Dalam budaya Jawa, perempuan tak sekedar istri namun juga perlambang kehidupan dan bisa menimbulkan rasa bangga pada seorang pria. Seorang istri bisa menjadi motivasi bagi lelaki untuk mencapai kejayaan. Leluhur tanah Jawa memberikan doa restu kepada Soeharto sehingga mampu berkuasa selama 30 tahun.

Dalam budaya Jawa, istri dapat diibaratkan sebagai jagad alit (kecil), rakyat dan alam semesta merupakan jagad besar. Satria sejati harus mampu menguasai jagad alit sebelum mengendalikan jagad besar, dan itu dilakukan secara seimbang. Seorang satria harus dapat mengendalikan istrinya. Seorang istri kadang-kadang meminta sesuatu di luar kemampuan suami sehingga timbul percecokan. Pertengkaran dalam rumah tangga apabila tidak dapat dikendalikan akan menimbulkan perceraian. Makanya satria sejati harus mampu mengendalikan istrinya, kalau ia mampu mengendalikannya, kemampuannya akan meningkat untuk mengendalikan rakyat/masyarakat (jagad besar).

Capres no urut 01, Joko Widodo telah memiliki 5 genggaman yakni rumah, kendaraan, peliharaan, pusaka dan istri yang penurut. Dia yang mempunyai istri yang penurut dan tidak cerewet. Dan istrinya selalu mendukung apapun keputusannya dan Jokowi tetap meminta pertimbangan pada istrinya sehingga keputusannya bisa diterima semua pihak. Masalah Negara yang ruwet tidak akan diceritakan pada istrinya. Apabila istri mulai ikut campur masalah Negara maka akan timbul kekacauan. Karena istri akan minta macam-macam. Namun Jokowi mampu mengendalikan jagad alitnya sehingga dia pun mampu mengendalikan jagad besarnya yakni rakyat. Beruntung Jokowi mempunyai istri yang bijaksana, Eriana dapat membedakan urusan rumah tangga dan Negara sehingga Eriana membatasi diri untuk tidak ikut campur masalah Negara. Rakyat senang kalau melihat kedua pasangan tersebut selalu rukun karena dapat dijadikan contoh oleh rakyatnya. Apabila dalam rumah tangga ada energi yang seimbang akan berdampak pada lingkungannya dan energi tersebut akan terus membesar mempengaruhi lingkup yang lebih besar yakni masyarakat/Negara.

Capres Prabowo harus menyadari kekalahannya di pilihan presiden tahun 2014. Pada waktu itu dia tidak memiliki istri sebagai jagad alit. Seharusnya ia mempunyai rencana untuk menikah kembali untuk menyeimbangkan perjalanan hidupnya untuk mencapai kejayaan. Untuk mencapai kejayaan di Nusantara, ia harus memiliki istri. Prabowo sudah memiliki rumah, kendaraan, peliharaan, pusaka tapi tidak memiliki istri. Padahal kalau mau ia bisa memiliki istri baru kalau bisa calon istri yang berdarah biru untuk menopang karir politiknya. Namun hal itu tidak dilakukannya pada tahun 2014 hingga sekarang. Dan peluang itu tidak diambil olehnya sehingga kekuatannya menjadi tidak seimbang/tidak sempurna. Doa istri untuk suami selalu dikabulkan oleh Allah. Raja-raja di Nusantara selalu memiliki seorang permaisuri sebagai keseimbangan dalam kehidupan.

Di tahun 2019 dengan nomor urut 02, Prabowo mencalonkan lagi untuk menjadi calon presiden periode 2019-2024. Namun tetap saja kelemahan Prabowo di genggaman Istri sehingga timbul ketimpangan. Akan banyak kendala yang timbul dalam kampanyenya. Rakyat membutuhkan keharmonisan, dalam lingkup kecil yakni keluarga dalam lingkup besar yakni masyarakat. Bagaimana bisa mengolah Negara yang masalahnya komplek sedangkan ia mengolah rumah tangganya saja tidak bisa. Energi positif Alam akan selalu berbalik arah sehingga Prabowo tidak dapat menangkap energi tersebut. Hal ini tidak dapat disepelehkan karena alam selalu butuh keseimbangan. Dalam budaya kuno Pria dan wanita dilambangkan lingga dan yoni yang berarti kesuburan atau kemakmuran. Kedua manusia tersebut saling melengkapi karena tidak ada manusia yang sempurna.

Salam budaya….